Epidemiolog: Tes Antigen Tidak Digunakan untuk Menghitung Positivity Rate, Kecuali Ka「Gaming platform ranking」sus Tertentu

  • 时间:
  • 浏览:0

KOMPAS.com - DGaming platform rankingiberitaGaming platform rankingkan sebeluGaming platform rankingmnya, angka positivity rate di Indonesia 44,37 persen. Artinya, setiap 100 orang yang dites Covid-19 ada 44 orang yang positif.

Dikatakan ahli epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Windhu Purnomo, positivity rate yang begitu tinggi itu menunjukkan bahwa Indonesia sudah sangat berisiko.

Perlu diketahui, positivity rate adalah perbandingan antara jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan.

Hasilnya menunjukan sebanyak 20.574 orang diketahui positif virus corona. Jumlah itu didapatkan dari 20.055 hasil swab PCR, 228 dari TCM dan 291 dari antigen.

Menurut ahli epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Windhu Purnomo, perhitungan positivity rate dengan memasukkan tes antigen adalah salah. Tes antigen bisa dimasukkan ke perhitungan positivity rate hanya dalam kasus tertentu saja.

Diberitakan sebelumnya, data Satgas Covid-19 menunjukan bahwa 90.503 orang yang diambil sampelnya untuk pemeriksaan spesimen terdiri dari 42.259 orang menggunakan real time swab test PCR dan 459 menggunakan TCM. Lalu ada 44.785 orang yang diambil sampelnya menggunakan tes antigen.

Baca juga: 24 Juni Positivity Rate Indonesia 44,37 Persen, Artinya 10 Kali Lipat Standar WHO

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Angka itu dihitung dari jumlah tes PCR dan tes cepat molekuler (TCM).

Namun, jika tanpa menggunakan hasil positif dari tes antigen, yaitu hanya menghitung dari metode swab PCR dan TCM maka positivity rate menunjukan angka lebih tinggi yaitu mencapai 44,37 persen.

Berdasarkan hasil tersebut maka positivity rate kasus positif Covid-19 harian adalah 22,73 persen.

Namun, Satgas Covid-19 kerap memasukkan data tes antigen yang membuat angka positivity rate ini berubah lebih rendah. Bisa dua kali lipat lebih rendah.