Baccarat card type_Gaming Network_Baccarat Online_Crystal Baccarat

  • 时间:
  • 浏览:0

SBetting softwareedBeBetting softwaretting softwareikit bBetting softwareanyak mengingatkan kita akan karya-karya ilustrator kenamaan seperti Anne Anderson, Sarah Kay, atau Rie Cramer. Ilustrasi yang membuat kita semakin tenggelam dalam nuansa dongeng.

Studio Ghibli kerap mengangkat tema yang serius dengan alur yang cenderung sulit ditebak. Belum lagi ending yang seringkali terkesan menggantung, membuat penonton akhirnya menebak-nebak atau menciptakan sendiri ending yang diinginkan di dalam kepala. Namun, malah di situlah letak pesona anime Studio Ghibli. 

Jangan-jangan di play list handphone-mu penuh dengan lagu The Promise of The World (Ost. Howl’s Moving Castle), The Name of Life (Ost. Spirited Away), Sayonara no Natsu (Ost. From Up on Poppy Hill), atau Fine On The Outside (Ost. When Marnie was There), ya? Hehe.

Hmm, pokoknya, kamu tenang aja. Selagi menikmati karya-karya Studio Ghibli, tetap bakal ada aja pelajaran yang dapat kamu petik, kok!

Coba deh ingat-ingat lagi anime Studio Ghibli yang udah pernah kamu tonton. Hampir di setiap film menyajikan latar pemandangan alam yang begitu indah, kan? 

Bahkan, untuk film Ponyo, Hayao Miyazaki Sensei sengaja menggambar air dan ombaknya dengan tangan demi mendapatkan hasil yang maksimal dan tentunya indah banget. Ckckck, salut deh pokoknya!

Nah, itulah sedikit kelebihan film animasi rilisan Studio Ghibli. Pingin tau lebih banyak? Hmm, mending kamu tonton sendiri aja, ya. Dijamin nggak bakal nyesal, kok!

Dalam The Wind Rises kita disajikan dengan hijaunya hamparan padang rumput dan birunya langit. Sementara When Marnie was There  memikat kita dengan pesona alam pedesaan Kushiro yang berhawa segar khususnya di sekitar Rumah Rawa tempat kediaman Marnie. Atau Ponyo on the Cliff yang kental akan nuansa laut dan segala macam kehidupan yang ada di dalamnya. 

Wih, keren yaaa!

Dalam karyanya, Studio Ghibli kerap nunjukin kalau sejahat-jahatnya seseorang, toh pasti punya sisi yang baik juga.  Misalnya aja dalam Spirited Away, di mana sosok Yubaba, si nenek sihir yang walaupun terkenal jahat tapi sayaaang banget sama bayinya.

Nah, ini nih.

Oleh karena idealisme Bapak Studio Ghibli yang  tinggi banget itu,  banyak anime keluaran Studio Ghibli yang akhirnya mendapat sorotan internasional. Satu di antaranya adalah Spirited Away yang berhasil menjadi anime pertama yang menyabet penghargaan Oscar pada tahun 2002 dalam kategori Film Animasi Terbaik. 

Sesudah nonton film-film produksi Studio Ghibli, pasti banyak dari kalian yang juga susah move on dari soundtrack-nya, kan? Ayo, ngaku ajaaa. 

Atau sosok si The Witch of the Waste dalam Howl’s Moving Castle, yang di awal cerita  membuat kita benci dan geram setengah mati karena udah mengutuk gadis berusia 18 tahun bernama Sophie menjadi seorang nenek usia 90 tahun. Namun, di pertengahan hingga menjelang akhir cerita,  kita diperlihatkan sisi lain The Witch of the Waste yang adorable  dan sedikit kekanakan begitu kekuatan sihirnya hilang.

Masih ingat kan petualangan Ashitaka dalam menemukan obat untuk kutukannya dan kemudian berakhir dengan bertemu San—putri dari dewa serigala  dalam Princess Mononoke? Kisah mereka berakhir dengan perpisahan keduanya lantaran hendak memperjuangkan hidup yang diinginkan masing-masing. 

Keromantisan film Ghibli juga terasa jelas dalam persahabatan antara Sho—anak yang menderita penyakit jantung bawaan dengan Arrietty, manusia mungil yang tinggal di bawah lantai rumah tua milik Bibi Sho. Walaupun akhirnya mesti berpisah, namun nggak hanya sedih, tapi perpisahan kedua tokoh utama dalam The Secret World of Arrietty ini pun terasa manis. Hal tersebut karena berkat pertemuannya dengan Arrietty, Sho memperoleh keberanian untuk hidup.

Hal tersebut sedikit mirip dengan kisah Chihiro dan Haku dalam Spirited Away, yang bertemu, saling membantu dan terlibat dalam petualangan seru sebelum akhirnya mesti berpisah.  

Dalam anime garapan Studio Ghibli, nggak ada tokoh yang pure jahat, sebagaimana yang sering kita jumpai dalam sinetron pada umumnya. Aneh, ya?

Selain itu, kelebihan lainnya, Studio Ghibli berhasil membuat dunia fantasi dan dunia nyata hanya dibatasi oleh sekat yang tipis banget. Pokoknya, sukses deh bikin kita berimajinasi setinggi-tingginya!

Sementara dalam film Studio Ghibli pertama yang diterbitkan melalui kerjasama dengan Walt Disney Company berjudul Kiki’s Delivery Service, melalui anak perempuan berusia 13 tahun bernama Kiki kita diajak untuk berlatih mandiri dalam masa transisi menuju remaja. 

Nah, makin penasaran dong apa aja yang bikin anime keluaran Studio Ghibli itu berasa unik dan nyentrik? Ini nih alasannya…

Sebagian besar pecinta Jepang khususnya penggemar anime pasti udah nggak asing lagi dong ya dengan Studio Ghibli, yakni sebuah studio animasi legendaris yang telah melahirkan sejumlah mahakarya mengagumkan. Didirikan di Tokyo pada 15 Juni 1985, dengan ketuanya yaitu Hayao Miyazaki Sensei. Nggak cuma populer, anime karya Hayao Miyazaki Sensei juga terasa beda dari anime-anime  pada umumnya, lho! Sebab, tokoh yang sering dijuluki Walt Disney-nya Jepang itu memang sengaja ingin menyimpang dari stereotip yang menempel pada anime selama ini.

Lewat Princess Mononoke yang udah bikin nama Hayao Miyazaki Sensei terkenal di dunia Barat, kita diajak untuk nggak menyakiti hutan, karena kalau alam udah ngamuk malah bisa membahayakan manusia sendiri.

Kelebihan Studio Ghibli yang terakhir ini memang pantas diacungin jempol, deh.  

Khas dan kental dengan aroma vintage. Mungkin itulah kalimat yang cukup menggambarkan ilustrasi dari film-film Studio Ghibli. Kualitas grafisnya mungkin memang sederhana, tapi itu yang malah bikin penonton makin cinta.