Baccarat Chinese_Baccarat Master_Sports Betting Network

  • 时间:
  • 浏览:0

SBaccaraBaccarat tablet tableaat dewasa seperti sekaraBaccarat tableng ini kamu merasa nggak sih kalau badanmu gampang lelah menjalani aktivitas sehari-hari? Coba bandingkan dengan saat kamu masih kecil. Pagi sekolah, siang main layangan, sore main bola, malamnya kadang masih main lagi yang mana kalau dipikir-pikir nggak masuk akal jika dibandingkan dengan kondisimu yang sekarang. Padahal banyak mimpi yang belum kamu capek, tapi saat ingin dikejar kemampuan tubuhmu yang sekarang nggak mendukung.

Pengalaman pahit disaikiti orang-orang tersayang (entah pacar atau teman dekat) membuatmu merindukan masa lalumu. Kamu ingin menjadi tangguh dalam melewati cobaan hidup yang seringkali melukai. Kamu ingin bisa menjadi anak-anak lagi yang mudah sembuh dari rasa sakit, mudah memaafkan meski disakiti, mudah mengatur suasana hati.

Hal yang mendasari orang dewasa ingin menjadi anak-anak lagi biasanya disebabkan oleh tanggungan hidup yang sudah nggak kuat diemban olehnya. Beban hidup yang terasa semakin berat seiring dengan bertambahnya usia seringkali membuatmu kangen masa kecil di mana hidup tanpa beban. Rindu rasanya merasakan hidup bebas, lepas tanpa beban, bahagia setiap harinya.

Disadari atau nggak seiring dengan bertambahnya usiamu kamu akan semakin terbiasa dengan kehilangan teman. Teman-teman yang biasanya menghiasi hari-harimu akan perlahan menjauh, mulai dari pulang ke kampung halaman, sibuk kerja, menikah dan lain sebagainya. Dalam fase siapa sih yang nggak merasa kehilangan dan kesepian? Jadi wajar jika ingin punya banyak teman mendasari keinginanmu balik menjadi anak-anak lagi.

Hal lain yang mendasari keinginanmu untuk menjadi anak kecil lagi salah satunya karena eksistensi. Boleh jadi saat ini kamu sedang merasa kesepian dalam hidup. Kamu merasa dan nggak berguna karena merasa nggak ada yang memperhatikanmu ada. Kamu ingin menjadi seperti dulu lagi yang selalu menjadi pusat perhatian banyak orang hanya dengan tingkah lucu dan kepolosanmu.

Saat kecil kamu ingin lekas-lekas tumbuh menjadi orang dewasa. Tapi setelah dewasa kamu ingin merasakan kembali ke masa anak-anak, bukan begitu? Nyatanya kamu bukan hanya satu-satunya orang yang punya keinginan itu. Tuntutan hidup yang terasa semakin banyak di usia yang semakin tua, jelas membuat siapa saja ingin kembali ke masa kamu tak pusing memikirkan deadline kerjaan, pertanyaan “kapan nikah?”, gaji tiap bulan yang tutup lubang galih lubang, hingga lika-liku hidup yang beragam jalannya.

Kondisi semacam itu barangkali nggak cuma kamu yang merasakan, semua orang juga mengalaminya. Dalam fase ini yang kamu butuhkan adalah rehat sejenak dari rutinitasmu. Selesaikan pekerjaanmu, ambilah cuti libur, habiskan waktu dengan orang-orang tersayang. Semua itu mungkin bisa menghilangkan penat di kepalam.

Itulah beberapa hal yang mungkin mendasari keinginanmu untuk kembali menjadi anak-anak lagi. Seandainya saja ya orang dibekali pintu ke mana saja Doraemon yang bisa digunakan untuk ke masa lalu? Pasti seru tuh.

Orang dewasa seringkali merindukan masa kecilnya karena rindu dengan hangatnya kasih sayang orangtua. Terkadang orangtua kerap luput mencurahkan perhatian dan kasih sayang saat anaknya sudah beranjak dewasa karena menganggap mereka sudah mandiri. Padahal pada kenyataannya meski sudah dewasa, terkadang orang juga masih butuh perhatian orangtuannya seperti dulu lagi seperti yang saat ini sedang kamu alami.

Kenangan masa kecil memiliki tempat tersendiri di dalam otak kita yang kapan saja bisa menyeruak memenuhi isi kepala. Tapi pertanyaannya hal apa sih yang mendasari keinginan untuk menjadi anak-anak lagi meskipun hal itu mustahil terjadi –kecuali pintu ke mana saja milik Doraemon benar ada dalam kehidupan nyata.