Online betting company_21 o'clock online_Know the rules of Texas Hold'em

  • 时间:
  • 浏览:0

BagaBaccarat account opBaccarat account openingeningimana, sudah kenyang belum dengan santaBaccarat account openingpan tadi? Liburan ke Kota Cirebon nggak akan puas kalau kamu nggak berwisata kuliner, dari pagi hingga malam. Sekadar informasi, makanan dan Baccarat account openingjajanan di kota ini terbilang harganya cukup bersahabat buat mahasiswa atau anak kosan loh. Jadi, tunggu apa lagi?

Secara isi, memang Empal Asem ini semarga dengan Empal Gentong. Cuma bedanya terletak pada kuah yang merendam potongan-potongan daging dan jeroan sapi yang empuk di dasar mangkuk. Kuah untuk Empal Asem ini diracik dari asamnya belimbing wuluh dan asam Jawa. Apalagi kalau kamu makan dengan sambal yang cukup hot. Wuiih! Kesegaran yang pasti nggak bisa kamu tolak!

Berbeda juga dengan Nasi Jamblang, Nasi Lengko ini lebih maknyus kalau kamu santap selagi hangat. Nasi putih yang masih hangat bertabur tempe dan tahu goreng yang sudah dipotong-potong, mentimun, tauge, kucai, dan bawang goreng akan membawamu pada tingkat protein nabati yang sempurna, ditambah dengan sambal kacang. Uh! Ntap deh!

Tahu Gejrot ini hanyalah tahu dengan rasa tawar yang diguyuri dengan air yang sudah diolah sebelumnya. Air itu terbuat dari sedikit kecap dengan gula aren yang sudah direbus dan dicampur dengan ulekan bawang putih, bawang merah, dan cabai. Kenapa namanya ‘gejrot’? Karena setiap gigit tahu yang masuk dalam mulutmu akan memberikan sensasi seribu rasa yang unik. Cobalah Tahu Gejrot yang asli dari Cirebon!

Setiap kali keluar dari Jakarta menuju ke daerah Jawa Tengah, mungkin kalian nggak asing dengan kota bernama Cirebon. Ketika kamu naik kereta dari Jakarta ke arah Semarang, Jogja, Surabaya atau mana pun, tentu keretamu akan berhenti cukup lama di Stasiun Cirebon. Nah, apa yang kamu tahu soal Kota Berintan ini?

Kalau orang Jogja dan Solo punya angkringan dengan nasi kucingnya, maka Cirebon nggak mau kalah. Nasi Jamblang menjadi ujung tombak perkulineran di Kota Berintan ini. Bukan dijajakan dengan gerobak, Nasi Jamblang ini hanya memiliki kesamaan pada porsi nasi yang didagangkan.

Makanan yang berbahan lontong dengan campuran daun singkong, tauge, tempe gembus (dage) yang dihancurkan, dan parutan kelapa muda ini cocok disantap kala pagi. Karena kandungan protein, lemak, dan karbohidrat yang proporsional untuk sarapan, akan membuat pagimu di Cirebon lebih menyehatkan. Makan ditemani kerupuk juga enak loh!

Mungkin Bandung boleh berbangga hati dengan Mi Kocoknya, Palembang dengan Mi Celor, atau Manado dengan Mi Cakalang. Nah, Cirebon juga nggak mau kalah kalau soal mi. Kota ini juga punya mi yang nggak kalah nikmat buat disantap! Apalagi dengan harga yang pas dengan kantong mahasiswa, nggak lebih dari Rp15.000 loh.

Secara umum, Serabi/ Kue Surabi ini berbahan dasar sama dengan serabi yang ada di daerah lain di Indonesia. Dibuat dari tepung beras yang dicampur dengan santan dan parutan kelapa. Yang membuat serabi Cirebon ini berbeda dengan yang lainnya adalah cara penyajiannya. Meski cara memasaknya sama dengan serabi lainnya, serabi yang satu ini disajikan dengan beberapa gorengan, biasanya tempe goreng, oreg tempe, dan bahkan oncom! Kebayang nggak tuh, makan serabi pakai gorengan? Coba!

Secara historis, makanan ini memang pernah menjadi santapan favorit para Wali ketika menyebarkan agama di wilayah Cirebon. Berawal dari Pangeran Rengganis yang berniat meracuni para Wali dengan mencampur makanan-makanan para Sultan, dan menyuguhkannya pada para Wali di Masjid Sang Cipta Rasa, Keraton Kasepuhan Cirebon. Nah, justru malah para Wali itu suka dan minta nambah. Sejak saat itulah, setiap perayaan Maulid Nabi, Docang ini menjadi makanan tradisi yang ada di masyarakat Cirebon.

Nah, cara masaknya ini yang unik. Sejalan dengan namanya, makanan ini dimasak dengan menggunakan gentong. Makanya, makanan ini disebut Empal Gentong. Sebenarnya bisa saja sih dimasak dengan panci biasa, tapi gentong itulah yang bikin masakan ini terasa unik dan layak buat kamu coba. Beda rasanya dengan gulai! Yakin deh.

Kali ini Hipwee akan ulas kuliner di Kota Cirebon, supaya kalau kamu mampir ke kota ini nggak kebingungan mau milih makanan dan jajanan apa. Hmm. Yummy!

Menurut runtut sejarahnya, Nasi Jamblang ini merupakan nasi yang dijual pada zaman kolonial Belanda. Tepatnya ketika pembangunan jalan raya dari Anyer ke Panarukan oleh Daendels. Para pekerja hanya bisa makan nasi berbungkus daun jati ini, karena memiliki daya simpan yang cukup lama. Nah, baru ketika sudah dingin, para pekerja mulai menyantapnya. Maka itulah, nasi ini jarang dijual ketika masih panas atau hangat.

Memang, dewasa ini tahu gejrot sudah banyak beredar di kota-kota tempatmu tinggal. Apalagi di Jakarta dan Bandung. Jajanan ini bisa kamu temui di taman-taman kota, pasar, bahkan di kantin kampus. Tahu nggak sih, Tahu Gejrot ini sebenarnya berasal dari Cirebon loh. Mungkin saja masyarakat Cirebon yang membawa Tahu Gejrot ini keluar ‘rumah’.