Baccarat Lucky Six_Know the rules of Texas Hold'em_Baccarat Probability

  • 时间:
  • 浏览:0

CobOnline Online gamblinggaOnline gamblingmblinga diingat-ingat lagi. Online gamblingsaat menentukan tempat makan selama ini, apakah kamu selalu urun pendapat? Kalau tidak, inilah tanda paling remeh bahwa kamu sudah terlalu bergantung dengan pacarmu.

Iya nggak apa-apa.

Coba bayangkan kalau kalian sudah tak lagi bersama. Putus secara baik-baik atau tidak pasti akan ada dampaknya. Keseimbangan hidupmu jelas akan goyah. Tiap harimu bagaikan diterpa masalah. Untuk itu, bergantung dengan pacar sangat tak disarankan. Biar kelak kamu tak mengalami hal-hal buruk karena terlalu bergantung, ketahui dulu tanda-tandanya lewat urangan di bawah ini. Siapa tahu selama ini kamu bergantung tapi tak menyadari.

Terserah.

Pergi belanja bulanan, jalan-jalan cantik sama teman-teman, bahkan sampai wawancara kerja di sebuah perusahaan, kamu selalu mengajakmu untuk menenami. Maksudmu mungkin agar selalu aman dan tak ada yang mengganggumu. Tapi apakah hal itu tak terkesan berlebihan? Apakah justru tak menyuburkan rasa inscure akan diri sendiri? Bahkan hal-hal yang dulu biasa kamu lakukan sendiri, kini harus ada pacarmu di sisi.

Dengan bergantung, semua hal memang terasa mudah. Mau ini, mau itu bisa terlaksana. Tapi bergantung dengan orang lain memang tak pernah ada manfaatnya. Selain memenjarakan kemandirian, kamu pun tak akan bisa berkembang. Mulai dari sahabat sampai keluarga, orang-orang inilah yang selalu membuka celah untuk kamu menggantungkan sesuatu. Tapi yang tak habis pikir adalah bergantung dengan pacar. Risiko dua kali lebih besar diam-diam menghantuimu di akhir nanti.

Seakan ada aturan tak tertulis, kalian wajib rasanya untuk bertemu tujuh hari seminggu. Saat kamu atau dia ada pekerjaan yang mengharuskan pergi ke luar kota, merupakan kiamat kecil bagimu. Sebab kamu tak bisa bertemu, menatap wajahnya dan mendengarkan langsung suaranya. Sehari saja tak bisa bertemu dengannya, terasa ada lubang besar di dalam hati. Membuat ada saja yang kurang dalam hidupmu ini.

Sehari tanpa bertemu pacarmu seakan kiamat kecil bagimu. Hal ini membuatmu pelan-pelan menempatkannya sebagai sumber kebahagiaan dirimu. Pikiran dan hatimu sudah berkonspirasi bahwa tak ada kebahagiaan lain yang bisa kamu rasakan. Padahal masih ada teman, sahabat, bahkan keluarga di sisimu. Tapi mereka semua tak ada yang mampu buatmu untk sekadar tersenyum bahagia.

Nggak tahu kenapa, aku nggak bisa aja tanpa kamu.

Kalau hal-hal remeh ini pernah atau bahkan kerap dialami, hidupmu sendiri sedang tidak baik-baik saja. Kamu perlu mengurangi ketergantunganmu itu sedikit demi sedikit. Sebab bagaimana pun juga kamu perlu belajar untuk berdikari. Agar kelak kamu tak merugikan diri sendiri.

Di perjalanan ke kantor, ban motormu bocor. Atau kalau kamu naik kendaraan umum, kamu lupa tak membawa dompetmu. Panik, resah, langsung kamu rasakan saat itu. Tanpa berpikir panjang, kamu langsung menghubungi cowokmu untuk segera menjemput. Kamu rela menunggu kedangatang cowokmu meskipun lama dan harus terlambat. Padahal beberapa teman sudan menawarimu bantuannya.

Ke sana aja ya. Kayaknya enak

Mau makan dimana nih?

Kemana-mana sama dia. Pagi sampai malam sama dia. Matamu mungkin akan sakit jika sehari saja tak memandang langsung tatapan teduhnya. Kamu seakan mendedikasikan hidupmu untukmu. Kamu bukan lagi yang punya kuasa pada dirimu. Bahkan waktu untuk me-time yang dulu begitu mujarab untuk mengusir penat, kini tak lagi ada.

Baru jadi pacar saja, kamu sudah menggantungkan sepenuhnya keputusan padanya. Pilihan pulang atau lembur di kantor, menu makan siang hari  ini sampai hal-hal remeh lainnya akan terasa hambar dan tak yakin kamu lakoni tanpa ada kalimat “Iya nggak apa-apa. Lakuin aja” darinya. Waktumu terpaksa dibiarkan terbuang begitu saja hanya demi menunggu konfirmasi darinya.