Perubahan Iklim Makin Men「Roulette game」gancam Dunia, Protokol Montreal Disebut Bisa Selamatkan Bumi

  • 时间:
  • 浏览:0

DRoulette gRoulette gameameapatRoulette gamekaRoulette gamen informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Itu adalah dampak pemanasan ekstra 0,8 derajat Celsius, yang dapat terjadi di akhir aRoulette gamebad ini, dan itu hanya berasal dari kebocoran penyerap karbon.

KOMPAS.com - Studi baru menunjukkan bahwa perubahan iklim dunia akan semakin memperburuk pemanasan global secara drastis pada tahun 2040-an. Protokol Montreal disebut dapat menyelamatkan Bumi dari kehancuran krisis iklim.

Krisis iklim yang saat ini mulai membuat Bumi semakin panas, mungkin akan jauh lebih berap-api di masa yang akan datang.

Dampak perubahan iklim dunia telah menyebabkan sebuah lubang yang terbentuk di atas Antartika pada awal 1980-an. Maka, pemanasan global akan dapat membentuk lubang yang lebih besar yang dapat melubangi atmosfer planet ini.

Baca juga: Perubahan Iklim dan Kaitannya dengan Perubahan Muka Laut dalam Perspektif Masa Lampau

Sedangkan CFC sendiri adalah gas rumah kaca, dan jika kita tidak segera melarangnya, para peneliti memperkirakan CFC akan menyumbang tambahan pemanasan global sebesar 1,7 derajat Celsius pada tahun 2100.

Tanpa kesepakatan di seluruh dunia untuk melarang bahan penggunaan kimia ini, dikenal sebagai Protokol Montreal, para peneliti berpikir daerah tropis akan kehilangan 60 persen dari cakupan ozon mereka pada tahun 2100.

Secara total, kontribusi pemanasan global akibat perubahan iklim bisa mencapai 2,5 derajat Celsius pemanasan yang harus kita kelola untuk menghindari kehancuran lapisan ozon dunia dengan tetap berpegang pada Protokol Montreal.

Baca juga: Laporan PBB soal Perubahan Iklim Jadi Peringatan Kode Merah untuk Manusia

Studi mengungkapan, seperti dilansir dari Science Alert, Jumat (20/8/2021) lonjakan dalam klorofluorokarbon (CFC) akan menyebabkan lapisan ozon runtuh di seluruh dunia pada tahun 2040-an.

Para ilmuwan telah melakukan berbagai pemodelan yang menggambarkan kehancuran dunia yang bisa dihindari.

Pada tahun 2100, para peneliti memperkirakan keruntuhan lapisan ozon dari CFC pada akhirnya akan menghentikan penyerapan 580 miliar ton karbon dioksida yang dilakukan oleh hutan, tanah, dan vegetasi lainnya, sehingga membuat konsentrasinya di atmosfer 40 hingga 50 persen menjadi lebih tinggi.

Dampaknya, dapat menyebabkan peningkatan radiasi ultraviolet berbahaya yang menghujani seluruh penghuni Bumi, termasuk tanaman dan hewan.